Senin, 06 September 2010



Mama Ikhsan tak perlu khawatir ananda Ikhsan segera berhenti menangis sekitar 10 menit setelah bunda pulang.( Foto : Bu Helida).-


Meski Zidan masih sedih dan menangis tetapi tetap ingin difoto...he...he...he... Dan ini pose yang tak bisa menipu...(Foto : Bu Helida).-


Yang ini adalah suasana saat bu Ida dan Bu Uud berlomba. Selain memperagakan bagaimana cara membuat mereka juga harus membuat proposal dan mempresentasikan di depan juri. Sang juripun bebas menanyakan banyak hal yang menyangkut APE ini. (Foto : Bu Helida).-


Lomba membuat spanduk juga diikuti oleh bu Helida. Oh ya, spanduk ini dipamerkan di GOR dan banyak dipakai penonton untuk berfoto...Tetapi belum berhasil mengantarkan ke gerbang juara. Tak apa-apa ya, bu. Yang penting tetap semangat. (Foto : Bu Helida).-


Ini adalah APE yang dibuat oleh bu Ida dan Bu Uud. Judulnya Pocket Tower atau Menara Berkantung. Jangan putus asa bu Ida dan Bu Uud terus berkarya ya...(Foto : Bu Helida).-

Para Guru KBAT Birrul Walidain Belum Berhasil Memenangkan Juara di Ajang Lomba Hari Anak Nasional 23 Juli 2010

Pada tanggal 23 Juli 2010 tepat di Hari Anak Nasional KBAT Birrul Walidain mengirimkan Bu Ida dan bu Uud untuk mengikuti Lomba membuat APE (Alat Peraga Edukatif) dengan ciptaannya yakni menara saku (Pocket Tower). Idenya cukup brilian bagi kami, yakni kaleng kue yang ditutup dengan kain flanel lantas diberi 5 saku dengan warna, angka, huruf hijaiyyah, abjad atau benda-benda yang berbeda lantas dipergunakan untuk mengelompokkan benda bagi anak-anak. Di bagian atas dipasang kayu sebagai menara/tower untuk memasang sandal bekas yang sudah kami potong sesuai dengan bentuk Lingkaran, persegi dan segitiga. Ketiga bentuk ini masih dikelompokkan antara yang kecil, sedang dan besar agar anak juga memahami perbandingan besar danb kecil selain belajar bentuk. Sedang di bawah kaleng dimanfaatkan untuk belajar puzzle bagi anak-anak.

Meski ide ini brilian bagi kami tetapi tidak bagi panitia. Seperti layaknya semua perlombaan kalah dan menang adalah hal yang biasa maka kami pun menerima kekalahan dengan lapang hati.

Lomba membuat spanduk juga coba diikuti oleh bu Helida. Lomba ini baru kali ini diadakan sehingga kami belum mengetahui persis bentuk lombanya dan penilaiannya. Modal tekad yang kuat untuk berkompetisi dan mencari pengalaman barulah yang kami harapkan. Tetapi di lomba inipun kami belum berhasil mendapatkan juara.

Sebetulnya Lomba HAN adalah lomba yang kami nanti-nantikan. tetapi di tahun ini lomba diadakan dalam waktu yang mendadak dan sangat singkat. Anak-anak KBAT Birrul Walidain pun sudah selesai melangsungkan acara perpisahan sehingga tak satupun lomba anak yang diikuti. Mudah-mudahan tak terjadi lagi di masa yang akan datang. Dan yang penting kami tetep semangat dalam mengikuti lomba apapun. Semoga Allah meridloi...Amin... (Helida Heirani.-)

Permohonan Maaf kepada Pembaca Setia karena Lama Off-line

Pada kesempatan terbaik ini, baik di moment Ramadhan dan Idul Fitri 1431 H yang sebentar lagi akan kita rayakan sebagai hari kemenangan kita atas puasa dalam menahan segala bentuk hawa nafsu ini, kami atas nama KBAT Birrul Walidain memohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan kekhilafan selama bergaul dan menyapa para pembaca. Terutama setelah lama kami off-line karena kesehatan yang tengah mendera. Mohon doanya saja agar kami lebih sehat sehingga dapat beraktivitas sebagaimana biasanya.

Hingga kini koran kecil kami belum muncul lagi karena berbagai urusan dalam dan luar sekolah yang dibutuhkan tenaga ekstra sehingga koran kecil belum muncul kembali. Tetapi pembaca tak perlu kecewa karena seperti yang telah kami lakukan segala perkembangan yang terjadi di KBAT Birrul Walidain akan kami up-date sebisa mungkin. Apabila dalam mengup-date berita terdapat keterlambatan dan kesalahan maka ini murni datangnya dari kami pribadi tetapi bila terdapat kemaslahatan di dalamnya maka semua ini datangnya dari Allah SWT. Oke selamat membaca berita-berita kami...(Bu Helida).-